Khamis, 30 April 2009

jebat maafkan diriku

Jebat maafkan diriku

Tiadalah yang lebih susah, berjuang dengan darah
Mempertahankan Haq, menyatakan batil
Tiadalah yang lebih payah, diri terkorban dengan darah
Memilih mati berdarah daripada atas katil

Tiadalah makna diri berbangsa
Menang bersorak negara terjajah
Ada kuasa tiada daya
Kecut perut lalu mengalah

Ada kemajuan lebih banyak kemunduran
selangkah maju mundur sepuluh langkah
ada ketua mintak perlindungan
menagih untung bila memangkah

Yang disebut-sebut mengenang budi
Kami telah banyak menabur berbakti
Kamu mesti pangkah kami
Yang berbudi harus diundi

Siapa yang patut dibagi?
Sesiapa yang pandai menabur janji
Sesiapa yang baik hati
Sesiapa yang sisipkan RM50 di celah jari


Siapa Tuan siapa hamba
Siapa amah siapa tuan rumah
Siapa pengurus siapa abdi
Siapa penjual siapa pembeli


Tiadalah yang lebih payah, punya bangsa tiada kuasa
Lebih payah hidup daripada zaman penjajah
Membara obor perjuangan bangsa
Mengejar kematian biarpun bermandi darah

Alangkah indah punya bangsa punya kuasa
Punya agama, punya bahasa, punya budaya.
Alangkah indah punya negara, sendiri perintah
Punya mandat tak perlu dibahagi-bahagi



Maafkanku Jebat!
Khayalan ini cukup berlebihan
Mati mu sia-sia
Tiada pengajaran dijadikan sandaran
Bila hari-hari akhir
Dalam mengenang kematian mu

Matinya sebuah kebenaran
Hidupnya sebuah kepura-puraan

Bangsamu terjajah, menjadi hamba
Dalam negara, menjadi sengsara.

Bumi yang dipijak, menjadi api
Tanah yang dipijak menjadi duri

Maafkanku Jebat !
Talkin bangsamu akan diluncurkan
Mendodoikan irama
Selamat tinggal Melayu...

0 comments:

Blog Widget by LinkWithin